Fenomena Kelangkaan Populasi Murai Batu



Tingkat kelangkaan Murai Batu di Indonesia sudah memasuki keadaan kritis, kepunahan menjadi gambaran ke depan jika keadaan ini tidak segera ditanggulangi. Kawasan daerah penyebaran populasi burung Murai Batu seperti : Kalimantan, Sumatera, Lampung, Jawa, Bangka Belitung sudah menunjukkan pengurangan populasi yang sangat signifikan. Bahkan untuk di pulau bangka sendiri jenis murai batu hampir sudah tidak tampak lagi di alam liar, jikapun ada itu di daerah pedalaman yang terpencil jauh dari jangkauan manusia. Kelangkaan yang terjadi menjadikan kenaikan harga burung Murai Batu tidak tanggung-tanggung melonjak naik. Beberapa penjual Murai Batu banyak yang menerima Murai Batu hasil tangkapan liar hutan dengan harga sampai jutaan, walaupun kondisi burung masih belum stabil. Itu dikarenakan apabila nanti Murai Batu tangkapan liar tersebut sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan dan suara kicauan sudah terlatih maka harganya bisa mencapai puluhan jutaan rupiah. Untuk memastikan hal itu anda dapat mengamati di beberapa toko online yang menjual Murai Batu seperti toko bagus, berniaga dan lainnya, pasti Murai Batu yang dijual harganya rata-rata kisaran di atas satu juta. Banyak faktor memang yang penyebab kelangkaan Murai Batu tersebut :

  • Perburuan Liar

    Keeksotisan karisma yang dimiliki Murai Batu menjadi alasan tingginya perburuan terhadap burung jenis ini di alam liar, perburuan dilakukan tidak hanya terhadap Murai Batu dewasa tetapi anakan murai batu yang masih dalam sangkar juga menjadi sasaran. Jumlah Murai Batu di alam liar yang sedikit membuat perkembangbiakan burung jenis ini menjadi sangat lambat.

  • Perdagangan Ilegal

    (http://aceh.tribunnews.com/2013/02/03/600-murai-gagal-diselundupkan) merupakan bukti yang real perdagangan ilegal di Indonesia masih tinggi, meskipun Murai Batu termasuk ke dalam satwa yang dilindungi undang-undang namun ketidakpedulian banyak pihak menyebabkan perdagangan Ilegal terhadap burung Murai Batu kerap kali terjadi.

  • Rusaknya Ekosistem Hutan

    Penebangan liar, pembakaran Hutan, serta pengalihfungsian hutan menjadi pemukiman penduduk menjadikan ekosistem tempat tinggal bagi Murai batu dan hewan lainnya menjadi terancam. Tidak tersedianya tempat yang aman mengakibatkan daerah populasi Murai Batu sulit diketahui keberadaannya.

  • Kurangnya pelestarian

    Segala macam faktor penyebab kelangkaan Murai Batu faktanya tidak diiringi dengan keseimbangan langkah untuk menanggulanginya. Penangkaran-penangkaran Murai Batu untuk setiap Provinsi di Indonesia rasanya bisa dihitung jari, tidaklah heran apabila kelangkaanpun menyerang jenis Murai Batu.

Kelangkaan yang terjadi merupakan keadaan yang tidak baik apabila tidak segera diambil langkah-langkah konkret untuk mengatasinya. Salah satu langkah konkret yang dapat kita lakukan adalah dengan terus menjaga kelestarian Murai Batu di alam liar agar tetap berkembang biak dengan baik. Adanya peraturan pemerintah terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk Murai Batu sudah sepatutnya kita dukung dengan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang membawa Murai Batu ke dalam kelangkaan. Semoga ke depan Murai Batu bisa terus lestari dan tetap terjaga untuk meramaikan jenis burung kicauan di Indonesia.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Perlukah Murai Batu Mandi?

Kebiasaan mandi biasanya hanya melekat dan menjadi rutinitas yang dibutuhkan oleh manusia. Karena, selain untuk menghilangkan kotoran mandi juga bermanfaat untuk menyegarkan tubuh. Hidup tanpa mandi sungguh tidak nyaman. Lalu, bagaimana dengan Murai Batu? Apakah unggas ini juga membutuhkan rutinitas mandi sebagaimana halnya manusia?

Kebiasaan Mandi Murai Batu di Habitat Alaminya

Murai Batu merupakan salah satu jenis unggas yang berdarah panas. Artinya Murai Batu ini merupakan jenis hewan yang bisa menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu lingkungan. Sehingga, bersentuhan dengan air bukan sesuatu yang berbahaya atau ditakuti oleh burung Murai Batu.

Di habitat aslinya (di alam) Murai Batu diketahui bahwa mandi merupakan ritual wajib bagi sebagian besar Murai Batu. Itulah mengapa Murai Batu senang memilih Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai habitatnya. Hal ini sangat berkaitan erat dengan kebutuhan Murai Batu akan ketersediaan air untuk rutinitas ritual mandinya.

Manfaat Mandi Bagi Murai Batu

Nah, apakah rutinitas mandi bermanfaat bagi Murai Batu? Sebagaimana halnya pada manusia, rutinitas ritual mandi pada Murai Batu juga memberikan manfaat bagi burung ini. Adapun manfaat mandi bagi Murai Batu yaitu:

  1. Membersihkan kotoran yang melekat pada tubuh atau bulu-bulunya.
  2. Menjaga stabilitas suhu tubuh.
  3. Menjaga kesegaran tubuh.

Kapan Sebaiknya Murai Batu Mandi?

Di habitat aslinya, ritual mandi pada sebagian besar jenis burung termasuk Murai Batu ini adalah pada pagi hari. Pagi hari menjelang matahari naik adalah saat yang tepat untuk Murai Batu melaksanakan ritual mandinya. Karena, setelah mandi biasanya Murai Batu membutuhkan cahaya matahari untuk berjemur dan mengeringkan bulu-bulunya yang basah. Sinar matahari pagi juga sangat bermanfaat bagi Murai Batu untuk kesehatan tubuhnya.

Namun, mandi pada pagi hari bukan menjadi sesuatu yang mutlak bagi Murai Batu. Ada kalanya juga Murai Batu melakukan ritual mandi di siang dan sore hari sesuai dengan kebutuhannya. Beberapa hal yang menyebabkan pola mandi Murai Batu berubah diantaranya yaitu:

  • Musim kawin
  • Setelah Murai Batu mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan suhu tubuh
  • Dan lain-lain

Untuk mengetahui kapan Murai Batu membutuhkan mandi, Anda bisa memperhatikan gerak gerik atau bahasa tubuhnya. Gerak-gerik atau bahasa tubuh Murai Batu yang sedang membutuhkan mandi diantaranya:

  • Memekarkan bulu-bulunya, terutama di bagian kepala dan dada sambil menggoyang-goyangkan badan seperti sedang berusaha untuk membersihkan kotoran dari tubuhnya.
  • Mematuk-matuk tempat air minumnya, tapi bukan untuk minum. Tapi untuk memercikkan air yang ada dalam mangkuk tersebut ke tubuhnya.

Waktu-waktu yang Membuat Murai Batu Menghindari Mandi

Selain itu diketahui juga, ternyata Murai Batu juga menghindari ritual mandi dalam kondisi tertentu, seperti: masa awal kerontokan bulu dan di musim hujan. Waktu-waktu tersebut biasanya Murai batu lebih cenderung menghindari ritual mandi.

Oleh: Neti Suriana
Referensi: www.muraibatuaceh.blogspot.com

Karakter Burung Murai Batu



Burung Murai Batu adalah jenis burung yang sangat familiar diketahui oleh semua orang. Dari para penghobi maupun yang tidak rasanya aneh jika tidak mengenal jenis burung yang satu ini. Kehebatan burung Murai batu sudah tidak diragukan lagi dalam mengikuti lomba, keseringannya memenangkan lomba membuat jenis burung ini sangat mahal di pasaran. Jika kita melihat sekilas burung murai batu bisa dibilang memiliki tampilan warna yang sederhana, terdiri dari warna hitam (di bagian kepala, sayap, dan ekor), warna oranye (badan bagian bawah) dan warna putih ( di bagian bawah ekor, kaki). Dibalik itu semua ia memiliki kemampuan dalam hal kicauan yang tidak bisa disepelekan.

Karisma yang dimiliki oleh burung Murai Batu tidak banyak dimiliki oleh burung kicauan jenis lainnya. Bentuk warna dan tubuhnya yang terlihat casual membuat tampilannya menjadi sangat proporsional untuk burung lomba. Kehebatannya di lapangan lomba menjadi daya tarik tersendiri bagi para juri untuk terus mengamati gerak-geriknya ketika bertanding, hal itu menjadi point penting untuk kemenangan burung Murai Batu.

Mungkin beberapa akan bertanya, kenapa burung Murai Batu menjadi salah satu burung yang paling dicari dan dimintai banyak orang? Jawabannya cuma satu, karena burung Murai Batu memiliki karakternya sendiri. Jika diamati dengan teliti akan banyak ciri khas murai batu yang menjadi karakternya tersendiri dan tidak dimiliki oleh kebanyakan burung kicauan lainnya, hal itulah yang menjadikan burung Murai Batu menjadi sangat istimewa di kalangan para penghobi. Karakter/sifat burung Murai Batu dasarnya berpeluang besar di kemudian hari untuk menjadi burung Petarung yang handal. Inilah merupakan salah satu faktor yang menjadi alasan para penghobi begitu meminati burung Murai Batu.

Adapun karakter-karakter burung Murai Batu yang begitu sangat istimewa itu adalah sebagai berikut :

  • Memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi
    Kemampuannya dalam hal menirukan berbagai jenis suara kicauan burung lainnya, menandakan Murai Batu memiliki kecerdasan yang tak biasa. Kemampuan ini adalah senjata utama Murai Batu dalam mengalahkan lawan-lawannya di arena lomba.

  • Mudah naik Birahi
    Burung yang mencapai birahi tinggi akan sangat mudah untuk gacor di lapangan, semangat tarungnya akan semakin, dan tentunya hal ini akan menguntungkan pemilik burung Murai saat mengikuti lomba. Logikanya, semakin burung Murai gacor di lapangan semakin ia akan mengeluarkan semua kemampuannya dalam hal berkicau.

  • Cepat untuk Jinak
    Walaupun Murai Batu didapat dari hasil penangkapan liar di hutan tapi tidak memerlukan waktu lama untuk bisa menjinakkannya. Kelebihan ini dimanfaatkan bagi para penghobi untuk melatih terlebih dahulu Murai Batu tangkapan liar tersebut agar dapat dijual dengan harga yang tinggi. Bahkan kadang karena kecepatan untuk jinak, kita akan sulit membedakan mana Murai Batu hasil penangkapan liar di hutan, mana yang hasil penangkaran sendiri.

  • Sangat Mudah Beradaptasi
    Kemudahannya beradaptasi membuat burung ini mudah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang baru, hal itu tentunya memudahkannya berinteraksi mengeluarkan kicauan sehingga walaupun ditempat yang baru burung Murai Batu akan tetap mengeluarkan gacorannya.

  • Petarung yang Handal
    Ketika sudah di lapangan lomba kebanyakan burung Murai Batu akan mengeluarkan seluruh kemampuan maksimalnya, jikapun ada yang tidak biasanya disebabkan kesalahan teknis saat penyetingan lomba saja, misal pemberian pakan yang terlalu banyak. Karakter dari awalnya jenis Murai Batu yang memang bermental petarung ini memungkinkan ia untuk terus bergacor sampai perlombaan usai tanpa adanya kondisi drop bagi Murai Batu.

Yups, demikianlah karakter-karakter yang dimiliki burung Murai Batu sehingga menyebabkan jenis ini sangat diminati banyak kalangan. Beberapa point di atas merupakan sifat/karakter dasar pada umumnya yang dimiliki oleh Murai Batu. Semoga setelah membaca artikel ini anda dapat menentukan burung kicauan mana yang menjadi favorit anda. Terima kasih

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://blog-muraibatu.blogspot.com/2013/02/karakter-murai-batu.html
Sumber Photo : Google.com

Cara Memasterkan Suara Kicauan Murai Batu



Suara kicauan seekor burung memang sangat mengenakkan untuk didengar, apalagi di saat hati sedang gelisah karena permasalahan, dengan mendengar suara kicauan burung dipercaya dapat menenangkan jiwa dari segala problema yang ada. Burung tanpa sebuah kicauan rasanya kurang lengkap, karena memang umumnya bagi para penghobi sendiri yang menjadi faktor utama dalam memelihara burung adalah karena bentuk tubuh plus kicauan merdunya. Sebab dari kedua faktor itulah para penghobi memperoleh kemanfaatan-kemanfaatan yang lain, misalnya untuk dijual atau dilombakan.

Murai Batu yang merupakan salah satu ikon burung kicauan di Indonesia adalah burung dengan suara kicauan terbaik. Namun meskipun begitu, tidak semua burung Murai Batu memiliki kemampuan tersebut. Maksudnya begini, walaupun secara umum setiap Murai Batu memiliki kemampuan yang sama dalam hal kicauan, apabila dilakukan perawatan dan pemeliharaan dengan cara yang berbeda pasti akan berbeda pula hasil yang diperoleh. Seekor Murai Batu hasil penangkaran jika dilakukan perbandingan dengan Murai Batu Hutan/Liar pasti akan berbeda jenis suara kicauannya. Itu dikarenakan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan burung tersebut. Artinya apa, sebagai seorang penghobi burung kita mempunyai peluang untuk bisa mengolah suara kicauannya, terlagi burung Murai batu, yang kita ketahui bersama memiliki kemampuan menirukan suara-suara kicauan burung lainnya.

Dalam pengolahan demi memasterkan suara kicauan Murai Batu dapat dilakukan dengan cara sederhana saja, tetapi ada perbedaan sedikit dalam perawatannya yaitu untuk Murai Batu yang ingin dilombakan dengan yang tidak. Untuk yang dilombakan hal pertama yang harus anda ketahui adalah kesesuaian penilaian juri terhadap bentuk suara kicauan yang diinginkan. Apakah yang berirama suara panjang bervariasi ataukah berirama pendek tapi tajam. Bentuk-bentuk penilaian itu bisa anda jadikan referensi untuk memilih jenis suara burung yang sesuai untuk ditirukan oleh Murai Batu milik anda. Misalnya penilaian juri berdasarkan suara panjang bervariasi, nah anda dapat mencoba langkah-langkah yaitu mendengarkan berbagai jenis suara burung selama seminggu yang bernada berbeda tapi ringan seperti suara burung anis kembang, ciblek , kenari dan sejenisnya yang kemudian anda teruskan dengan suara burung panjang seperti burung kacer, kutilang, dll. Namun untuk yang bernada panjang anda cukup memperkenalkan satu jenis suara saja karena itu akan menjadi suara dominan/khas ketika lomba nanti. Sedangkan untuk penilaian suara berirama pendek dan tajam, cukup anda perkenalkan dengan suara-suara unik yang memiliki ketentuan demikian, tetapi jangan lupa untuk tetap memperkenalkan suara dominan/khas yang akan menjadi ciri suara Murai Batu milik anda. Semakin sering burung tersebut mengeluarkan kicauan khasnya maka semakin uniklah burung itu, karena mempunyai ciri tersendiri.

Perkenalan suara juga dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menyandingkan Murai Batu dengan Burung Kicauan lainnya atau bisa juga dengan bantuan alat musik dengan MP3 suara kicauan. Penulis sendiri merekomendasikan untuk menyandingkan dengan burung kicauan aslinya bukan melalui MP3, sekalian bertujuan melatih mental dan juga peniruan pastinya akan lebih cepat karena langsung bertatapan dengan burung aslinya, seolah keduanya bisa saling berdialog.

Jika penghobi ingin melakukan pemasteran Murai Batu untuk peliharaan saja tidak untuk dilombakan, ini sebenarnya lebih gampang lagi. Karena tidak perlu melakukan penyesuaian dengan ketentuan juri yaitu hanya perlu disesuaikan dengan selera anda masing-masing. Intinya, melakukan pemasteran burung harus mendengarkan suara burung kicauan yang kita inginkan secara berskala dan berulang-ulang sampai Murai Batu milik anda dapat menirukan suara tersebut. Selain itu, pemberian pakan kroto juga akan mempercepat pemasteran dan suara Murai Batu bisa terdengar lebih jelas.

Artikel singkat di atas semoga bermanfaat bagi anda dalam menginginkan suara kicauan Murai Batu yang lebih berkualitas. Trims.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Murai Batu Si Burung Mewah



Murai Batu siapa yang tidak kenal dengan burung yang terkenal dari kicauannya yang sangat indah, di samping itu penyebarannya yang ada dari Sumatera hingga kalimantan ini begitu punya ceritanya sendiri untuk dikuak. Kemewahannya ialah menjadi pembicaraan dalam artikel ini yang memang burung murai batu adalah jenis burung yang dicari oleh pecinta burung serta diperdagangkan dengan harga yang tidak murah tentunya.

Dari ragamnya Murai batu yang tersebar di Indonesia terdapat sekitar enam jenis di antaranya: Murai Batu Jambi, Murai Batu Borneo, Murai Batu Medan, Murai Batu Jawa atau Larwo, Murai Batu Nias, dan Murai Batu Aceh. Ke semua dari ragam jenis murai batu tersebut adalah berharga mahal. Banyaknya penangkaran di banyak daerah untuk memperdagangkan burung murai batu tidaklah lahir tanpa sebab melainkan karena banyaknya permintaan terhadap murai batu dengan harga yang mahal pula.

Mengingat kisaran harga untuk setiap murai batu yang sudah matang bertarung atau cagor mampu ditaksir dengan harga tiga jutaan, lebih dari itu bagi murai batu yang menang dalam event lomba burung bisa mempunyai harga mencapai puluhan juta. Ini bukanlah mustahil mengingat perawatan murai batu tidaklah mudah dan penuh dengan ekstra keras dalam melatih suaranya agar dapat berkicau dengan variasi yang banyak.

Bagi pecinta burung ocehan yang memilih burung murai batu tidaklah sembarangan dalam menilik bakalannya, perlu keahlian serius dalam menentukan jenis bakalan murai batu seperti apa yang mempunyai mental kuat, suara bagus dan postur tubuh yang sesuai. Menjadikan dari semua itu membawa murai batu tempatnya di hati orang-orang untuk merawatnya dan melatihnya menjadi burung petarung yang handal dalam memenangi banyak kejuaraan burung ocehan.

Tak kalah hebat dalam kemewahan event bagi murai batu, ialah dibukanya kelas khusus untuk memperlombakan murai batu dengan hadiah juga yang tidak sedikit. Dari perlombaan ini para murai batu dari berbagai jenis di Nusantara mampu menunjukkan kemegahan suaranya yang variasi serta mental yang kuat untuk membuat takut murai batu yang lain.

Dari jenis spesies yang tergolong dalam kelompok Turdidae ialah burung yang mempunyai suara yang indah, tidaklah ada diantara jenis-jenis murai batu yang disebutkan tadi yang memiliki suara yang jelek. Ini dapat dilihat dari eloknya badannya yang mempunyai bulu hitam dibalut warna merah serta suara yang mendesir mengikuti alunan suara air terjun.

Menawan pula dari perawatannya baik untuk ditangkarkan maupun melatihnya menjadi burung cagor tidaklah sembarangan. Perlu kesabaran ialah kuncinya, mengingat dalam penangkaran terutama dalam prosesi perkawinan murai batu adalah burung progresif kepada lawan jenisnya sehingga jikalau tidak hati-hati dapat membunuh lawan jenisnya. Di samping itu dalam menjinakkan murai batu liar juga perlu langkah yang sama yakni kesabaran, prosesi penjinakan yang dilakukan mulai dari melakukan perubahan adaptasi untuk tidak membuatnya stres, memilih jenis makanan yang sesuai sehingga tidak mengurangi nafsu makannya serta mampu mengkondisikan kandang untuk kenyamanannya ialah menunjukkan akan kemewahan murai batu. Dari pelatihan suaranya untuk banyak variasi, pemiliknya perlu mendengarkan suara burung ocehan kepada murai batu ataupun mengajak murai batu yang sudah memiliki isian suara untuk didekatkan dengan burung ocehan lainnya.

Adalah yang demikian itu menjadi bukti murai batu adalah si burung yang mewah dengan eksotisme suaranya, gaya geraknya dalam bertarung, perawatannya, penangkarannya, serta melatih suaranya. Menjadi poin bagi pecinta burung ocehan untuk tak salah memilih murai batu sebagai burung ocehan yang layak dengan kemewahan yang dimilikinya.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Gambar: google.com

Murai Batu Ekor Hitam, Spesies Murai Batu Aceh

Jenis Murai Batu yang ditemui di Aceh memiliki tipe yang seragam dengan tipe Murai Batu yang ditemukan di beberapa wilayah sekitarnya. Seperti Nias, Kepulauan Mentawai dan hampir semua pulau-pulau kecil yang ada di pantai barat Pulau Sumatera. Salah satu spesies Murai Batu yang bisa ditemukan di Aceh khususnya di daerah Pulau Simeulue yaitu Murai Batu ekor hitam.

Murai Batu ekor hitam memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Secara fisik memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan murai batu yang memiliki ekor putih.
  2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga lebih mudah untuk dipelihara.
  3. Murai Batu ekor hitam lebih cepat pandai berkicau dibanding Murai Ekor putih. Hanya saja kualitas kicauannya selalu berada di bawah Murai ekor putih.
  4. Ukuran ekor bervariasi dari pendek hingga sedang. Berdasarkan ukuran panjang ekornya, Murai Batu ekor hitam dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
    • Pertama: Murai Batu yang memiliki ekor pendek (10-12 cm)
    • Kedua: Murai Batu yang memiliki ekor ukuran sedang (14-16 cm).

Kemampuan berkicau Murai ekor hitam memang tidak sebagus Murai Batu ekor putih. Sehingga jenis Murai Batu jenis ini kalah dominan oleh Murai Batu ekor putih di berbagai ajang kontes burung berkicau. Hal ini menyebabkan harga jual burung Murai Batu ekor hitam cenderung lebih murah dari pada Murai Batu ekor hitam.

Secara umum, harga burung berkicau di pasaran sangat ditentukan oleh dua faktor, yaitu:

Pertama: kualitas

Meliputi kualitas suara, bentuk paruh, hingga warna bulunya. Kualitas suara serta kemampuan berkicau menjadi faktor penting dalam menilai kualitas burung berkicau seperti Murai Batu ini. Nah, Murai Batu ekor hitam seperti sudah disebutkan pada penjelasan karakteristiknya di atas pada umumnya memiliki kualitas suara atau kicauan yang jauh lebih inferior dibanding Murai Batu ekor putih.

Kedua: tingkat kepuasan konsumen

Tingkat kepuasan konsumen terhadap burung berkicau sangat mempengaruhi harga jenis burung tersebut di pasaran. Karena, kicaumania tidak segan-segan mempromosikan kelebihan jenis burung berkicau yang dipeliharanya kepada kicaumania lainnya. Sehingga, kelebihan jenis burung tersebut cepat populer dan diminati oleh kicaumania. Hal ini dengan sendirinya menaikkan harga jenis burung berkicau tersebut.

Namun demikian, terlepas dari fakta bahwa Murai Batu ekor hitam memiliki kualitas suara kicauan yang lebih inferior dari pada Murai Batu ekor putih, namun akhir-akhir ini permintaan Murai batu di pasaran terus meningkat. Selain karena unggul di sisi harga yang cenderung lebih murah,peningkatan permintaan Murai Batu di pasaran disebabkan oleh semakin sulitnya mendapatkan Murai Batu putih. Baik di alam maupun di penangkar. Sehingga Murai batu ekor hitam kemudian menjadi alternatif pilihan bagi para hobiis.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://muraibatuaceh,blogspot.com

Burung Murai Batu Mengalami Rontok Bulu, Jangan Khawatir!

Ada saatnya terjadi siklus alamiah yang terjadi pada setiap burung, siklus mabung atau lebih dikenal dengan siklus kerontokan bulu. Siklus yang satu ini merupakan siklus alami yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan namun memang perlu beberapa teknik perawatan. Apabila siklus ini terjadi pada burung Murai Batu milik Anda, bagaimanakah cara perawatannya?



Pada saat terjadi siklus mabung, burung Murai Batu mempunyai metabolisme tubuh sekitar 40 persen lebih tinggi. Apabila siklus ini terjadi maka asupan gizi berkualitas sangat dibutuhkan burung Murai Batu. Sebisa mungkin Anda harus hindari pemberian makanan yang mempunyai nilai gizi rendah.

Berikut ini tips cara merawat burung Murai Batu ketika masa mabung :

  • Letakkan sangkar atau kandang burung Murai Batu di tempat-tempat yang jauh dari keramaian. Sebisa mungkin pastikan burung yang sedang mengalami siklus mabung berada sendirian dalam sangkarnya, hindari pertemuan burung yang satu dengan burung yang lain, baik sejenis maupun tidak sejenis dan sebaiknya gunakanlah kain penutup sangkar pada sangkar burung Murai Batu yang sedang mengalami siklus mabung.
  • Rawatlah dengan baik Murai Batu yang sedang mabung dan bersihkan sangkarnya tiap hari.
  • Pada awal-awal burung mulai mengalami mabung, kurangi dulu porsi Jangkriknya dari 5 ekor pagi dan sore menjadi 2 ekor saat pagi dan sore.
  • Selama siklus kerontokan bulu, burung tidak perlu dijemur.
  • Pada awal-awal burung mulai mengalami mabung, kurangi waktu mandinya dari setiap hari menjadi seminggu sekali. Ubah waktu mandi burung menjadi jam 12 sampai jam 1 siang. sesudah mandi jangan diangin-anginkan.
  • Pada burung Murai Batu yang sedang mengalami proses siklus mabung, namun kebanyakan bulunya telah rontok, kembalikan porsi makanan seperti saat perian makanan harian. Pengembalian porsi makan sangat diperlukan bagi pembentukan sel-sel baru dan mempercepat pertumbuhan bulu baru. Contoh porsi EF : Jangkrik diberikan sebanyak 5 ekor saat pagi dan 5 ekor saat sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, dan Cacing 2 ekor 3x seminggu.
  • Berikan Vitamin dan mineral pada burung Murai Batu seminggu 2 kali agar asupan gizi burung tercukupi.
  • Beri larutan Growvit dalam air minum burung secukupnya (Cukup seujung pentol korek api untuk tiap cangkir minum burung). Berikan 2 hari sekali, larutan ini baik untuk mempercepat perontokan dan pertumbuhan bulu.
  • Sesekali lakukan pemasteran terhadap Murai Batu dengan cara mengajak berinteraksi dengan suara-suara burung. hal ini disebabkan burung Murai Batu saat mengalami siklus ini lebih banyak diam.
  • Jangan sering menyentuh burung Murai Batu yang sedang mabung dan jangan sering memindah sangkarnya dikarenakan burung Murai Batu membutuhkan ketenangan saat siklus mabung.

Semoga bermanfaat bagi Anda yang hobi memelihara Murai Batu

Oleh : Zi Chaniago

Persiapan Murai Batu Mengikuti Lomba



Salah satu tujuan penghobi burung sangat menginginkan jenis Murai Batu adalah untuk dilombakan. Karena dari lomba tersebutlah para penghobi burung Murai Batu dapat memperoleh keuntungan yang lebih sekalian sebagai media promosi burung kicauan mereka. Karena apabila Murai Batu yang dilombakan menyabet gelar juara, maka biasanya harga Murai Batu juara akan naik drastis memiliki nilai jual yang tinggi.

Dalam perlombaan burung ocehan, kicauan yang merdu merupakan takaran nilai utama kemenangan dari burung tersebut, walau tetap ada penilaian sisi lainnya namun itu hanya sebagai pelengkap saja. Tapi sayangnya, tidak semua burung ocehan yang diikutkan dalam lomba mengeluarkan kemampuan kicauan suara yang terbaik ketika lomba berlangsung, sehingga pemilik burung akan merasa kecewa, begitu halnya dengan Murai Batu. Murai Batu yang belum siap untuk dilombakan jika dipaksa harus dilombakan pastilah akan menampilkan performa yang buruk. Di sinilah diperlukan kemampuan anda sebagai pemilik untuk melihat apakah Murai Batu yang anda pelihara sudah dalam kategori siap atau belum. Jika ‘siap lomba’ jangan ragu lagi, jika ‘belum siap’ jangan coba-coba. Terkadang, meskipun burung Murai yang kita miliki dari segi umur dan suara sudah mencukupi untuk diikutkan lomba, tetapi apabila ketika persiapannya saja kita sudah melakukan hal-hal yang salah, maka kemungkinan besar penampilan burung juga tidak maksimal.

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang bisa dilihat untuk Murai Batu yang sudah masuk dalam kategori ‘Siap Lomba’ adalah sebagai berikut :

  • Minimal usia Murai Batu 2 tahun, ini dimaksudkan agar kesempurnaan bunyi suara kicauannya lebih terasa dan terdengar jelas.
  • Murai Batu Tidak Giras, dalam artian mental tarung Murai Batu kuat, tidak takut akan kehadiran manusia, lawan atau siapapun.
  • Murai Batu Gacor di mana saja, Murai Batu mampu beradaptasi dengan lingkungan, di mana saja berada tetap mengeluarkan kicauan-kicauannya.
  • Murai Batu bersuara khas dan bervariasi, ada kicauan yang terdengar berulang-ulang (Ciri khas) dan mampu mengeluarkan variasi kicauan jika sudah bercampur dengan burung kicauan lainnya.
  • Dari segi kotorannya, kotoran yang dikeluarkan burung Murai berbentuk kecil dan tidak basah, ini menandakan burung tersebut sudah kategori dewasa dan sedang tidak mengalami gangguan pencernaan.

Ciri-ciri di atas masih dalam aspek kepada burungnya saja, yang perlu juga kita perhatikan/siapkan ketika ingin melombakan burung Murai Batu adalah cara-cara merawat burung tersebut seminggu sebelum perlombaan, hal ini penting demi mempersiapkan burung yang benar-benar siap , siap kemampuan dan siap mental. Berikut teknik dan caranya :

  • Burung Murai Batu yang ingin dilombakan seminggu sebelumnya harus dijauhkan dahulu dari berjumpa dengan burung kicauan yang lain. Bertujuan mengurangi minat burung itu berkicau sehingga stamina tubuh dan kicauannya tetap terjaga. Pemberian pakan juga pada porsi yang seperti biasa saja, jangan lakukan penambahan porsi pakan, begitu juga dengan jenis pakannya, ditakutkan penambahan/perubahan itu malah akan membuat burung kaget sehingga di lapangan nanti pola penampilannya juga akan berubah.
  • Kondisikan burung Murai Batu dengan lapangan lomba. Sebelum perlombaan dimulai anda bisa mengamati lokasi perlombaan itu seperti apa, apakah model terbuka atau sebaliknya, bagaimana intensitas cahaya yang mengenai tempat itu. Dengan begitu anda bisa melakukan pelatihan burung Murai anda untuk dapat mengkondisikan ditempat yang baru dengan suhu yang berbeda.
  • Awasi burung dari kemungkinan diganggu hewan lain. Perhatian intensif sebelum perlombaan penting demi menjaga mental burung Murai. Jauhkan Burung Murai dari bertemu hewan penggangu lain seperti kucing, ayam, kambing atau apapun yang membuatnya takut dan trauma. Ketakutan-ketakutan itu bisa membuat mentak burung Murai tidak stabil lagi, dan parahnya, kemungkinan seperti itu akan membuat burung menjadi giras(tidak menentu) ketika perlombaan.

Demikianlah hal-hal yang harus anda perhatikan dan siapkan dalam mengikutsertakan burung Murai Batu milik anda dalam sebuah lomba. Perawatan dan penjagaan yang intensif membuat kenyamanan dan mental burung tetap terjaga. Jika hal itu terjadi, kemampuan burung untuk menampilkan kemampuan yang terbaik bisa terwujud. Keterwujudan semua itu memungkinkan kemenangan juara akan jatuh pada Murai Batu milik anda. Sekian dari saya, dan selamat mencoba. Trims

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://xcult-xcult.blogspot.com/2012/10/mengenali-ciri-ciri-murai-batu-yang.html
http://omkicau.com/2008/10/31/menyiapkan-burung-untuk-lomba/
Sumber Photo : Google.com

Murai Batu Impor vs Murai Batu Lokal

Indonesia memang terkenal dengan keanekaragamannya. Tak hanya dalam bidang etnis, suku, dan budaya, terlagi keanekaragaman tumbuhan dan satwa-satwa liar yang dimiliki. Bayangkan, di Indonesia untuk satu jenis spesies saja itu sudah terdapat beberapa spesies lain yang masih satu keturunan dari spesies yang sama. Maka tidaklah salah, keanekaragaman itu menjadikan negara Indonesia sebagai salah satu negara terunik di dunia. Keanekaragaman yang ada di Indonesia itu juga terdapat pada burung kicauan jenis Murai Batu. Macam-macam Murai Batu Indonesia (lokal) memang beragam jenisnya. Di Indonesia sendiri ada 8 jenis Murai Batu yang berbeda. Adapun ke-delapan Murai Batu tersebut terdiri dari :

  • Murai Batu Medan
  • Murai Batu Aceh
  • Murai Batu Jambi
  • Murai Batu Lampung
  • Murai Batu Palangka (Kalimantan)
  • Murai Batu Banjar (Kalimantan)
  • Murai Batu Jawa (Larwo)

Nampaklah bahwa ketenaran burung Murai Batu juga disebabkan karena beragamnya jenis ini di alam liar. Tidak hanya di Indonesia, spesies burung kicauan jenis Murai Batu juga ditemukan di negara-negara lain. Namun dari beberapa negara itu hanya Indonesia-lah dengan keanekaragaman jenis Murai Batu terbanyak. Untuk jenis Murai Batu Impor (luar) sendiri terdapat beberapa jenis yang familiar di pasaran yaitu :

  • Murai Batu Thailand
  • Murai Batu Malaysia
  • Murai Batu Filipina

Jika ditanya mengenai perbandingannya? Murai Batu lokal mempunyai ciri khasnya masing-masing, begitu juga dengan Murai Batu Impor. Namun secara umum penulis melihat perbedaan yang cukup mencolok jika disandingkan antara Murai Batu lokal dengan Murai Batu Impor. Sejatinya, Murai Batu lokal cenderung memiliki kemampuan kicauan suara yang sangat baik, jenis Murai Batu lokal sangat cocok untuk diikutsertakan dalam event lomba karena kemungkinan kemenangan akan burung Murai Batu lokal sangat tinggi ketimbang mengikut sertakan Murai Batu Impor. Contohnya saja Murai Batu Medan, jenis Murai Batu lokal yang satu ini sudah menjadi langganan juara setiap perlombaan burung kicauan.


Gambar :Murai Batu Medan

Kicauan suara Murai Batu Impor tidak menjadi ukuran kelebihan burung kicauan ini, tetapi dari segi fisik keindahan tubuh Murai Batu Impor banyak menarik perhatian penghobi. Variasi warna bulu yang tajam, bentuk tubuh yang indah,terdapat pada Murai Batu Impor sehingga menjadikan jenis ini sangat cocok untuk dijadikan burung kicauan hias.Salah satu Murai Batu Impor yang memiliki keindahan bentuk tubuh adalah Murai Batu Thailand. Coba anda perhatikan gambar Murai Batu Thailand di bawah ini.


Gambar :Murai Batu Thailand

Sangat indah bukan? Tetapi jika dilihat dari segi kicauannya tetap saja jenis burung Batu Murai lokal yang mengungguli, khususnya pada Murai Batu Medan.

Kesimpulannya, Murai Batu lokal dan Murai Batu Impor mempunyai kelebihan masing-masing. Murai Batu lokal terletak pada kicauannya sedangkan Murai Batu Impor terletak pada keindahan bentuk tubuhnya. Walaupun begitu, bukan berarti Murai Batu lokal memiliki bentuk tubuh yang jelek, atau dengan Murai Batu Impor memiliki suara kicauan yang fals, bukan seperti itu. Masing-masing Murai Batu jenis apapun tetap mempunyai kelebihan kedua faktor itu (kicauan dan keindahan tubuh) hanya saja setiap jenis Murai Batu Impor ataupun Lokal memiliki kecenderungan akan kelebihan salah satunya.

Oleh : Roma Doni
Sumber photo : Google.com

Cara Penangkaran Murai Batu (3)

5. Merawat anakan Murai Batu



Setelah telur yang dierami indukan menetas, biarkan selama kurang lebih 1 minggu anakan Murai Batu diasuh oleh induknya, ini untuk menghindari kematian pada anakan burung tersebut. Anakan Murai batu yang baru menetas sangat sensitif dan rentan sekali terserang penyakit. Yang anda harus lakukan pada proses ini cukup memperhatikan ketersediaan suplai pakan indukan burung dan anakannya. Jenis pakan serangga seperti jangkrik dan kroto sangat diperlukan.

Ketika anakan telah mencapai umur lebih dari seminggu, pisahkan anakan Murai tersebut pada kandang soliter yang sudah disediakan. Letakkanlah posisi sangkar dalam kandang soliter senyaman mungkin. Dengan melakukan pemisahan anakan ini banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan :

  • Dengan diambilnya anakan Murai tersebut dari indukan, indukan burung tidak perlu repot lagi mengurusi anakannya, dan pada kenyataannya biasanya si indukan akan melakukan perkawinan lagi. Dengan kata lain, anakan indukan yang bisa anda peroleh akan semakin banyak dalam waktu yang relatif singkat.
  • Anakan yang dipelihara oleh pemilik (peternak) akan menunjukkan kualitas yang lebih baik ketimbang dipelihara oleh indukan, karena anda bisa lebih mengintensifkan dalam perawatannya. Dan di segi lainnya, burung yang ditangkarkan oleh pemilik akan mudah beradaptasi dengan lingkungan, tidak giras jika bertemu orang lain, dan ini akan mempermudah pemasteran suaranya kicauan ketika dewasa nanti.
  • Anakan burung Murai nantinya tidak akan kaku ketika mengikuti lomba.

Peletakan anakan Murai batu dalam kandang soliter membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. Pemberian pakan harus anda lakukan sendiri yaitu dengan memberikan pakan serangga (jangkrik dan kroto, cacing) demi memaksimalkan pembentukan badan dan pertumbuhan bulu. Sesekali anda juga dapat memberikan pakan lain seperti voor dengan campuran kroto yang ditumbuk halus agar mengadaptasikan anakan burung Murai untuk dapat mengkonsumsi pakan olahan ketika dewasa. Sedangkan untuk pembersihan tubuh anakan Murai Batu seperti pemandian, itu dilakukan setelah bulu-bulu yang tumbuh pada tubuhnya cukup lebat itupun hanya sesekali saja, jangan terlalu dipaksakan mandi karena ditakutkan daya tahan tubuhnya masih sangat rentan.

Jika sudah lewat 3 minggu dalam kandang soliter anda bisa memindahkan anakannya ke kandang ukuran biasa, sekalian untuk melatih anakan burung hinggap (nangkring) pada kayu yang terdapat dalam sangkar. Usahakan peletakan kayu tidak terlalu tinggi agar burung tidak sulit untuk menghinggapinya. Dan pada proses ini pemberian pakan hanya sesekali saja anda yang menyuapi/melolohinya agar tidak ketergantungan, biar anakan burung tersebut yang mencoba untuk memakan pakan sendiri. Wadah pakan dalam kandang ukuran biasa juga sudah harus dibedakan pakan olahan (voor) dan wadah pakan untuk jenis serangga, ini juga dimaksudkan merangsang percepatan anakan burung Murai untuk bisa mandiri.

Anakan burung Murai yang sudah dapat makan sendiri bisa anda lanjutkan untuk melatih dalam pemandiannya. Perlu diingat, banyak penghobi melakukan penyemprotan burung untuk memandikannya padahal hal itu kurang baik karena walau akan kelihatan burung jinak tetapi setelah kering burung malah akan semakin giras, selain itu kekuatan arus semprotan yang tidak teratur menyebabkan anakan burung menjadi takut dengan air, apalagi di saat burung tidak siap untuk mandi namun kita paksa memandikannya dengan menyemprotkan air, bisa-bisa anakan burung menjadi stres. Kita bisa melatih anakan burung untuk memandikannya di dalam keramba, dengan memasukkan anakan burung Murai ke dalam keramba secara berskala/ berulang-ulang agar anakan burung Murai ingat apa yang harus dilakukan ketika menjumpai keramba. Jika sudah berhasil anda tidak perlu lagi memandikannya dalam keramba, anda cukup meletakkan mangkuk kecil berisi air ke dalam kandangnya karena biasanya jika sudah bisa mandi sendiri dalam keramba,nalurinya burung tersebut akan mandi ditempat di mana burung itu menemukan banyak air.

Takarannya apabila anakan burung Murai sudah dapat melakukan hal-hal di atas, maka anakan burung Murai Batu itu sudah bisa dijual dengan harga yang lumayan tinggi.Dan Jika anda masih ingin menaikkan harga jual burung Murai Batu tersebut anda tinggal melakukan pemasteran suara kicauannya saja bisa dengan pendekatan pada jenis burung kicauan lainnya atau bisa juga dengan alternatif memutarkan kicauan burung via MP3.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Cara Penangkaran Murai Batu (2)

3. Pemilihan Indukan

Terlebih dahulu anda harus menentukan indukan-indukan burung Murai Batu untuk ditangkarkan. Hal-hal yang harus anda perhatikan saat memilih indukan burung Murai adalah:

  • Pemilihan burung Murai Batu yang sudah mencapai kematangan sperma untuk jantan dan pematangan organ reproduksi untuk yang betina, bisa dengan melihat umur pada Burung Murai. Pada jenis yang jantan umur sudah mencapai 2 tahun lebih, sedangkan untuk yang betina umur 1 tahun lebih.
  • Indukan kedua jenis burung usahakan jenis burung Murai yang sudah jinak, tidak giras. Ini bisa anda dapatkan pada indukan burung hasil penangkaran. Supaya penangkaran yang anda lakukan tidak memakan waktu yang lama lagi hanya untuk menunggu proses adaptasi burung.
  • Kondisi kedua indukan harus sehat, tidak kekurangan apapun (cacat fisik) pada seluruh bagian tubuh. Pergerakan burung lincah tetapi tidak giras.
  • Untuk memperoleh anakan burung yang berkualitas anda juga harus memilih indukan burung yang berkualitas juga, baik dari kondisi tubuh ataupun pada kicauan suaranya. Karena biasanya sifat indukan akan menurun pada anakannya.

4. Proses perkembangbiakan



Indukan-indukan burung Murai yang sudah didapatkan dimasukkan dalam kandang berukuran biasa secara terpisah. Lakukan penutupan sangkar dengan kain penutup terlebih dahulu guna memperkenalkan suara masing-masing. Taruh kedua kandang dengan jarak yang tidak terlalu berdekatan dan berjauhan, bisa sekitaran 3 meter. Di sini nantinya akan ada proses sahut menyahut kicaun, biarkan hal itu terjadi. Selama proses ini anda harus menyuplai pakan pada kedua indukan burung tersebut supaya tidak kekurangan nutrisi, dan juga berfungsi meraih puncak birahi untuk memudahkan penjodohan. Proses ini biasanya memakan waktu 3-4 hari atau bahkan berminggu-minggu tergantung kondisi burung dan tempat.

Nah, jika suara kicauan kedua indukan tersebut sudah menampakkan keseimbangan irama, anda sudah dapat melanjutkan ke langkah yang selanjutnya secara berturut sesuai prosedur yaitu.

  • Membuka penutup kain pada sangkar untuk menampakkan indukan burung jantan dan betina. Namun tetap pada jarak yang sedang 3 meter.
  • Jika kedua indukan burung sudah memperlihatkan tanda-tanda ketidakberingasan dalam artian menerima kehadiran lawan jenis, jarak kandang dapat anda dekatkan lagi 1- 2 meter.Anda dapat melihat tanda-tanda ingin kawin pada kedua indukan burung tersebut dengan melihat pola tingkah lakunya di dalam kandang. Pada indukan jantan akan sering berkicau disertai melenggak-lenggokkan ekornya, untuk betina apabila ia terlihat sering melebarkan kedua sayapnya dengan mengambil posisi bungkuk.
  • Apabila kedua indukan jantan sering menampakkan tanda-tanda ingin kawin tersebut anda sudah bisa mengeluarkan indukan betina dari sangkar ukuran biasa dengan memindahkannya ke sangkar ukuran besar/inti. Lakukan juga pemindahan pada indukan jantan pada sangkar inti namun jangan dikeluarkan dahulu pada sangkar ukuran biasa sebelumnya, biarkan tetap pada sangkar. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pertengkaran. Beri waktu kepada indukan betina untuk benar-benar siap kawin yang biasa ditandai dengan hinggapnya indukan betina itu pada sangkar indukan jantan.
  • Tahapan selanjutnya jika indukan betina sudah menampakkan tanda di atas dan indukan jantan semakin sering mengeluarkan kicauan merdunya guna menarik perhatian si indukan betina anda tidak perlu ragu lagi untuk mengeluarkan indukan jantan dari sangkar ukuran biasa agar bisa bergabung dengan indukan betina dalam kandang inti. Pada saat itulah proses perkawinan akan di mulai.

Burung Murai Batu yang telah melakukan proses perkawinan biasanya akan ditandai dengan membangun sangkar secara alami. Diawali dengan indukan jantan kemudian disusul indukan betinanya, di situlah guna serabut serat atau serabut kelapa yang sebelumnya anda taruh dalam kandang inti, sebagai penyusun sangkar alami yang dibuat indukan burung tersebut. Indukan jantan akan mengitari lokasi kandang untuk mencari tempat peletakan sangkar yang nyaman, dan wadah sangkar yang telah anda taruh sebelumnya bisa menjadi lirikan indukan jantan dalam meletakkan sangkarnya. Di saat pembuatan sangkar selesai, anda tinggal menunggu proses pematangan telur, bertelur, melakukan pengeraman, dan penetasan pada telur-telur tersebut. Biasanya sekali masa kawin burung Murai Batu dapat mengeluarkan 3 sampai 4 telur bakal anakan.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Cara Penangkaran Murai Batu (1)



Membuka bisnis penangkaran burung Murai Batu bisa menjadi alternatif bagi anda dalam merintis usaha. Pasalnya, di Indonesia sendiri khususnya penangkaran terhadap burung Murai Batu sangatlah sedikit, sehingga para pecinta burung jenis ini sulit untuk mencari dimana mendapatkannya, apalagi di hutan liar sana kategori untuk jenis Murai Batu sudah mengalami kelangkaan. Kelangkaan-kelangkaan yang terjadi membuat semakin hari harga burung Murai Batu mengalami kenaikan. Nah, Keadaan ini bisa anda manfaatkan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Selain mendapat keuntungannya, melakukan penangkaran Murai batu berarti juga anda ikut andil dalam melestarikannya. Dalam melakukan penangkaran ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, baik dari segi kandang (Sangkar), makanan, proses mengawinkan dan merawat anakan burung Murai Batu. Meskipun Murai Batu termasuk dalam jenis burung yang tidak sulit di latih tapi jika ke semua aspek tadi tidak perhatikan dengan baik maka hasil yang dicapai juga akan tidak maksimal, karena perasaan burung yang kurang nyaman. Misalnya burung akan susah untuk kawin atau jika pun telah bertelur, telur yang dihasilkan dengan tidak menetaskan anakan (tidak jadi).

Pada kesempatan dalam artikel kali ini, penulis akan menjelaskan dengan lengkap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam melakukan penangkaran Murai batu dari aspek kandang sampai kepada anakan burung Murai Batu dapat dijual, yaitu sebagai berikut :

1. Kandang Penangkaran

  • Lokasi kandang

    Pemilihan tempat pendirian Kandang penangkaran juga membawa peran penting bagi reproduksi pada burung nantinya. Aspek 3 K diperlukan, Keamanan, Kenyamanan, Ketenangan tempat menjadi prioritas lokasi kandang anda, jangan terlalu dekat dengan keramaian dan kebisingan. Buatlah posisi kandang senyaman mungkin dari gangguan hewan-hewan lain yang dapat mengganggu proses penangkaran nanti. Tidak lupa lokasi kandang harus memperoleh sinar matahari yang cukup.

  • Desain kandang
    Buatlah kandang penangkaran terbagi atas tiga. Pertama, kandang berukuran biasa yaitu sebagai tempat burung Murai melakukan proses pendekatan untuk penjodohan. Kedua, kandang berukuran besar, kandang penangkaran inti, gunanya sebagai tempat perkawinan Murai Batu tersebut. Ketiga, kandang soliter, digunakan untuk merawat anakan Murai batu yang masih cerindil (kecil) dengan memasang lampu 5 watt sebagai penghangat anakan burung nantinya. Pada kandang berukuran besar atau inti buatlah suasana kandang seperti hutan liar. Anda bisa menambahkan beberapa pelengkap kandang seperti : Pohon-pohon ringan, ranting-ranting kecil, serabut serat/kelapa ,tanaman yang tidak membahayakan,kayu tempat hinggap (nangkring burung), bak pemandian,wadah sarang (ukuran cukup besar guna tidak merusak ekor indukan Murai ketika mengerami telur), dengan tujuan agar burung merasa nyaman dalam melakukan proses perkawinan nanti, karena dia merasa seolah sedang melakukan perkawinan di hutan liar. Yang dimaksudkan juga akan lancarnya proses perkawinan, peneluran, pengeraman dan penetasan telur Murai Batu.

2. Penyuplaian Makanan

Sebelumnya penyediaan pakan burung Murai Batu sudah harus dipersiapkan. Usahakan untuk memberikan jenis pakan yang bervariasi pada Burung Murai ketika dalam penangkaran untuk menjaga keseimbangan nutrisinya, bisa dengan pemberian pakan jangkrik, belalang, kroto, ulat pakan burung, ikan kecil dll yang disukai burung Murai Batu. Sesekali anda juga bisa menggantinya dengan pakan olahan (voor) yang baik untuk kesehatan. Makanan tersebut bisa anda taruh dalam tempat/kotak makanan letakkan dalam kandang penangkaran. Kecuali pakan jenis serangga bisa anda lepas liar dalam penangkaran biar burung Murai Batu itu sendiri yang melakukan pemangsaan. Jangan lupa penggantian air minum dan air pemandian harus dilakukan rutin untuk menghindari burung Murai terserang penyakit.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Jenis Kelamin Burung Murai Batu Terlihat Dari Sifat Fisiknya

Murai batu dengan nama latin (Copsychus malabaricus) Burung ini terlihat gagah dan gerakannya yang lincah membuat banyak penghobi burung semakin menyukainya. Selain itu burung ini bersifat fighter sehingga ketika melihat burung sejenis serta burung yang mempunyai jenis suara yang mirip akan mengeluarkan suara yang keras. Biasanya burung ini memiliki makanan utama selama hidup di alam bebas seperti Serangga, jangkrik, belalang, kumbang, kupu kupu dan serangga lainnya.

Burung murai batu ini sangat banyak dijumpai di jajaran pulau Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan sampai papua. Uniknya lagi setiap pulau ataupun daerah nama Burung Murai Batu pun bermacam-macam, ada disebut dengan si murai batu Medan, murai batu Aceh, si murai batu Lampung contohnya. Nampaknya pemberian nama didasari oleh daerahnya masing-masing. Bagi anda pencinta burung murai batu harus pandai memilih burung murai batu ini, bila ingin mendapat hasil yang memuaskan sangat baik bila memilih burung murai batu yang berasal dari Sumatra, karena pada umumnya burung ini relatif memiliki bentuk yang besar dibanding daerah lainnya. Selain itu juga memiliki volume suara yang keras dan yang paling unik adalah memiliki jenis suara yang bervariasi.

Saat ini tak sedikit terjadi perburuan ilegal di alam bebas, termasuklah perburuan burung murai batu ini sehingga populasi burung ini pun semakin sedikit akibat hal tersebut, kebanyakan yang menjadi korban adalah burung murai batu yang dewasa sehingga mengakibatkan dampak buruk bagi telur-telur yang mereka tinggalkan, karena telur-telur itu pasti tidak berkembang tanpa ada induknya. Maka tidak heran banyak penghobi burung berusaha membudidayakan burung murai batu dengan memberikan bibit yang unggul dengan cara memperhatikan indukan jantan dan indukan yang betina.

Ada keunikan tersendiri bagi burung murai batu jika dicermati dari jenis kelaminnya. Burung murai batu jantan ternyata memiliki suara dan gaya bertarung yang lebih terkenal dari burung murai batu yang betina. Murai batu jantan banyak memiliki nilai lebih daripada burung murai batu betina, ditambah lagi burung murai batu jantan memiliki suara yang keras, merdu dan bervariasi tidak seperti burung murai batu betina yang cenderung memiliki suara yang kecil dan terlihat monoton. Nah, tentunya bagi anda pecinta burung murai batu tidak ingin salah dalam memilih burung murai batu yang anda inginkan. Sebenarnya banyak cara untuk membedakan burung murai batu ini salah satunya kelihatan dari sifat fisik yang dimilikinya. Tentu saja cara ini pasti sudah ditunggu-tunggu oleh penghobi burung si murai batu agar tak salah memilih, berikut adalah cara membedakan antara burung murai batu jantan dan burung murai batu betina:

Murai Batu Jantan

  1. Bentuk kepalanya besar dan pipih.
  2. Penglihatannya tajam dengan mata menonjol keluar.
  3. Paruhnya panjang, tebal dan kokoh.
  4. Warna pada bulu dada coklat pekat.
  5. Warna hitamnya pekat dan mengkilap.
  6. Volume keras dengan banyak variasi suara.
  7. Dilihat pada kakinya memiliki kaki panjang dan terlihat kokoh.
  8. Jika diraba pada supit udangnya terasa tebal dan kaku.


Murai Batu Betina

  1. Bentuk kepalanya agak lebih kecil dari burung murai jantan.
  2. Jika diperhatikan matanya cenderung lebih ke dalam dari pada yang jantan.
  3. Bentuk paruhnya tipis, melengkung dan agak pendek.
  4. Warna pada bulu dada coklat muda.
  5. Warna hitamnya sedikit pucat, kusam dan mengarah ke warna abu-abu.
  6. Volume lebih kecil dan monoton.
  7. Kaki terlihat lebih pendek dan tidak kokoh.
  8. Jika diraba supit udangnya terasa tipis dan lunak


Oleh : Ade Sundari
Referensi : http://www.zonaburung.com/2013/02/tips-membedakan-jenis-kelamin-burung-murai-batu.html.
Sumber Gambar : Internet

Tips Merawat Murai Batu

Mungkin suatu ketika Anda tertarik untuk memelihara Murai Batu. Mengingat, jenis burung ocehan ini memiliki suara yang merdu dan bentuk fisik yang indah.

Perlu Anda ketahui, mendapatkan Murai Batu yang berkualitas memang tidak mudah. Akan tetapi merawat Murai Batu agar tumbuh sehat dan memiliki suara yang merdu jauh lebih sulit jika Anda belum mengetahui ilmunya. Mengingat Murai Batu ini termasuk jenis burung yang gampang-gampang susah dipelihara.

Nah, bagi Anda yang masih pemula dalam memelihara burung Murai Batu mungkin beberapa tips berikut bisa diterapkan:

  1. Kenali lebih jauh tentang burung Murai Batu

    Sebagai pemula tentu pengetahuan dan pengalaman Anda terkait burung Murai Batu ini masih sangat minim dibandingkan mereka yang sudah aral melintang memelihara dan menangkar unggas ini. Oleh karena ini Anda perlu belajar lebih jauh tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan unggas ini. Cari informasi yang akurat dari berbagai media seperti buku, artikel dan yang tidak kalah pentingnya adalah bertanya pada ahlinya. Anda bisa studi banding dengan cara mengunjungi penangkar Murai Batu yang sudah berpengalaman. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari mereka yang lebih berpengalaman dalam hal ini. Kemudian sedikit demi sedikit coba terapkan dalam pemeliharaan Murai Batu Anda.

  2. Ketahui jenis pakannya

    Pakan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas kesehatan tubuh dan keindahan suara murai batu. Karena itu ketahui jenis pakan Murai Batu yang disukai sekaligus bergizi tinggi.

  3. Tempatkan Murai Batu pada Tempat yang Tenang dan jauh dari kebisingan

    Murai Batu membutuhkan lingkungan hidup yang tenang jauh dari kebisingan. Lingkungan yang bising bisa menyebabkan Murai Batu stres dan enggan berkicau. Karena itu, pilihlah tempat yang tenang dan kondusif untuk pemeliharaan Murai Batu.

  4. Kenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang

    Anda juga perlu mengenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang Murai Batu. Dengan mengenali jenis-jenis penyakit yang potensial menyerang Murai Batu, Anda bisa melakukan upaya pengendalian sedini mungkin. Sehingga Murai Batu dapat terhindar dari serangan penyakit yang lebih parah.

  5. Ketahui cara melatih kicauannya

    Murai Batu juga perlu dilatih agar rajin berkicau. Anda perlu mengenal teknik-teknik untuk melatih kicauan burung ini. Salah satu teknik yang disarankan adalah dengan memelihara burung kicauan lain untuk merangsang Murai Batu berkicau. Mendengar kicauan burung lain akan memancing Murai Batu ikut berkicau saling sahut menyahut. Demikian juga sebaliknya. Sebaliknya jika dipelihara sendiri Murai Batu akan kesepian dan enggan berkicau. Jika tidak memiliki burung lain, Anda bisa memanfaatkan suara rekaman kicauan burung untuk memancing Murai Batu berkicau. Namun metode ini tidak disarankan.

Nah, demikian beberapa tips sederhana memelihara dan merawat Murai Batu, semoga bermanfaat!

Oleh: Neti Suriana

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemberian Pakan Murai Batu

Pada artikel beberapa waktu yang lalu sudah dibahas tentang jenis-jenis pakan yang disukai sekaligus bergizi untuk burung murai batu. Pada artikel kali ini akan dibahas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada Murai batu.

Dalam pemberian pakan pada murai batu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Jenis dan kualitas pakan

Jenis pakan yang umum diberikan oleh para hobiis pada murai batu peliharaannya adalah pakan kroto. Ini merupakan jenis pakan yang alami dan mengandung asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh murai batu secara lengkap. Pakan kroto yang berkualitas baik adalah pakan kroto basah yang masih segar. Jika pakan kroto basah segar sulit didapat, Anda bisa memberikan serutan telur ayam ras rebus. Serutan telur rebus ini juga terbukti mengandung protein dan zat gizi yang baik bagi pertumbuhan murai batu peliharaan Anda.

2. Kandungan nutrisi pakan

Setelah menetapkan jenis pakan yang akan diberikan pada murai batu tangkaran, Anda juga perlu menghitung asupan nutrisi yang harus diberikan pada murai batu. Hal ini dimaksudkan agar murai batu tumbuh sehat, bersuara merdu dan tahan terhadap serangan penyakit. Untuk mengetahui hitungan asupan nutrisi yang ideal bagi murai batu Anda bisa mendapatkannya dari ahlinya, misalnya penangkar ahli dan dokter hewan spesialis unggas.

3. Porsi pakan yang diberikan

Selanjutnya Anda juga perlu memperhatikan porsi makanan yang diberikan pada unggas. Porsi yang diberikan tidak boleh terlalu banyak, namun tidak boleh juga terlalu sedikit. Porsi besar cenderung menyebabkan kemubaziran dan mengundang serangga mengerubungi sisa pakan yang diberikan. Ini berpotensi menyebabkan sarang menjadi kotor dan mengundang kuman penyebab penyakit. Selain itu porsi yang terlalu banyak juga tidak baik bagi pencernaan dan kesehatan Murai Batu. Sebaliknya, porsi yang terlalu sedikit dikhawatirkan Murai Batu tidak mendapatkan asupan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhannya.

4. Frekuensi pemberian pakan

Anda perlu melatih murai batu untuk makan teratur dengan menetapkan frekuensi pemberian makan dan jadwal makan yang teratur. Hal ini selain bermanfaat bagi kesehatan pencernaan Murai Batu, juga akan memudahkan Anda dalam memberikan dan mempersiapkan pakan bagi Murai Batu.

5. Mengganti air minum secara teratur

Sebagaimana makhluk hidup lainnya, Murai Batu juga membutuhkan air minum untuk kesehatan pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, Anda perlu menyediakan air minum di tempat khusus dalam sangkar Murai Batu. Air minum yang Anda sediakan biasanya tidak selalu dihabiskan oleh Murai Batu. Selalu masih ada air tersisa dalam tempat minum. Oleh karena itu, air yang tersisa ini harus diganti secara rutin setiap kali Anda memberikan pakan baru bagi Murai Batu. Hal ini bertujuan agar air minum yang tersedia untuk murai batu selalu dalam kondisi bersih dan sehat.

Oleh: Neti suriana

Menyimak Tentang Murai Batu Medan



Jika ditanya jenis murai batu apa yang sering memenangi kontes maka jawabnya ialah murai batu medan. Jika pun ada menanyakan burung ocehan jenis apa yang paling banyak dipelihara oleh pecinta burung ocehan maka juga jawabnya ialah murai batu medan. Begitu menakjubkannya burung ini dari sejarah yang menuliskan tentang kepopulerannya sudah dimulai dari tahun 1990-an dan merajai pemenangan hampir seluruh kontes yang diikutinya dalam festival-festival kejuaraan burung ocehan sehingga dari itu kegemaran untuk memiliki burung ini semakin marak oleh pecinta burung ocehan. Dan burung ini menjadi ibarat raja dari burung-burung murai batu lainnya yang juga terkenal dari suara yang variatif dan murai batu medan mempunyai tarian ekor yang indah.

Murai batu medan sebenarnya bukan berasal dari Kota Medan, namun karena banyaknya burung-burung murai batu yang dari pesisir pantai dan hutan sumatera di bagian utara diperdagangkan di Medan menjadi julukan tersendiri bagi murai batu medan. Keunikan burung ini menjadi salah satu pembeda dari murai batu jenis lain yang di luar sumatera bagian utara ialah ekornya yang panjang dan berwarna bercak-bercak putih pada bulunya di bagian pangkal ekor hingga pangkal paha kaki yang mendekati pangkal ekornya. Serta brand catatan bagi murai batu medan ialah ekor panjang yang melengkung.

Dicatat ada beberapa ciri-ciri fisik yang menjadi keunikan burung murai batu medan dari murai batu lainnya ialah diantaranya:

  • Bentuk badan yang besar dari murai batu lainnya dan menunjukkan keproporsionalannya sehingga menimbulkan sikap atletis
  • Warna hitam di bulunya terlihat legam dan mengkilat namun melirik pada kepalanya campuran warna hitam dipadu dengan warna biru yang bersemburan menghasilkan paduan warna yang cantik.
  • Pada kakinya berwarna hitam kemerahan jika waktu masih muda dan jikalau sudah tua sisik kemerahan itu akan hilang dan menonjolkan warna hitam.
  • Bagi murai batu medan memiliki intonasi suara yang lebih jelas
  • Bulu ekornya jauh lebih panjang dibandingkan burung murai batu lainnya sekitar 22 – 28 cm
  • Bulu ekor agak melengkung dan semakin ke ujung ekor melebar membelah
  • Kejinakan yang dimiliki sangat cepat dari pada murai batu pada umumnya
  • Variasi kicauan terus-menerus tanpa putus hingga akhir dan juga kicauan-kicauannya dapat diulang ke intonasi yang sama pula.

Menakjubkan kesan yang timbul dari kebagusan murai batu medan yang dimilikinya dalam pembeda identitas dari murai batu pada umumnya dari beberapa jenis yang ada. Namun, perambahan hutan yang memprihatinkan dengan tidak melihat makhluk di dalamnya ikut juga burung ini terseret pusara kelangkaan ditambah pemburuan yang berlebihan di alam liar karena tergiur pendapatan yang mahal dari murai batu medan yang sudah tidak lagi diragukan keunggulannya. Bicara harga pun murai batu medan mempunyai nominal fantastis dari penawaran para pencinta burung kicau, dalam kisaran harga 750 ribu rupiah sampai 1 juta dihargai bagi burung murai batu medan yang masih anakan sedangkan untuk murai batu yang sudah bisa bunyi maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Menarik memang dari burung murai batu medan sehingga menjadi ladang bisnis di peternak burung ocehan untuk memperdagangkan burung ini kepada pecinta burung dari prospek keunggulan yang ditunjukkan di perlombaan burung ocehan.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://muraikicau.blogspot.com/2012/11/ciri-ciri-murai-batu-medan-lampung-dan.html
http://omkicau.com/2010/05/09/murai-batu-medan-ada-enggak-sih/#more-14851
google.com/image

Larwo, Jenis Murai Batu Langka



Larwo adalah sebutan untuk murai batu jawa. Nama ini khusus diberikan untuk jenis murai batu jawa tersebut sehingga menjadi keunikan tersendiri bagi jenis murai batu satu ini. Banyak yang beranggapan bahwa larwo bukanlah termasuk murai batu, namun menurut ahli burung kicauan burung larwo masih termasuk jenis burung murai batu dan satu keluarga Turdidae yang khususnya memiliki suara yang indah dan kicauan yang sangat bagus seperti murai-murai batu lainnya. Yang dari tempat habitatnya jangan dicari-cari selain di pulau jawa karena habitat tempat hidupnya hanya akan dijumpai di pulau jawa sehingga menjadi keunggulan bagi murai batu jawa yang disebut Larwo dari jenis-jenis murai batu lainnya yang mungkin bisa dijumpai di banyak daerah. Dan di jawa tinggalnya dapat dijumpai di alam bebas yakni dari Ujung Kulon sampai dengan Gunung Kidul dan beberapa tempat lainnya.

Ciri-ciri fisiknya

Larwo atau sebutan khas burung murai batu jawa memiliki ciri-ciri fisik yang mempunyai perbedaan dengan murai batu pada umumnya diketahui. Sekilas jika dari kasat mata dilihat warnanya dari murai batu sumatera dan kalimantan tidak ada perbedaannya, namun diperhatikan lebih rinci lagi perbedaan serius dapat dilihat dengan membandingkan ukuran tubuhnya. Larwo mempunyai ukuran tubuh yang jauh lebih kecil bila disandingkan dengan murai batu sumatera dan kalimantan. Yang lainnya juga dapat menjadi pembeda dari performa ketika berkicaunya larwo, adalah bulu-bulu di kepalanya akan berdiri seperti jambul. Dan bulu dadanya berwarna hitam yang melebar hingga pangkal pahanya. Dan panjang ekornya lebih kurang dari 8-10 cm saja. Melirik suaranya, Larwo mempunyai suara yang kurang bagus dari murai-murai batu lainnya dan variasi suara yang masih sedikit. Serta makanannya sama dengan murai batu umumnya yakni kroto, ulat, dan belalang.

Melihat sejarahnya dahulu, murai batu jawa atau larwo sebutan akrabnya merupakan burung ocehan yang banyak digemari burung ‘jadul’ di jawa ketika murai batu dari jenis sumatera dan kalimantan belum membanjiri pasar burung ocehan di jawa. Namun sekarang kebalikan itu terjadi menimpa burung murai batu jawa ini, kelangkaan yang sudah mulai dirasakan oleh pecinta burung terhadap sulitnya sudah ditemukan burung ini di peredaran baik di penangkaran burung murai batu, di pasar burung ocehan, maupun di alamnya sendiri yakni hutan dan pegunungan. Sehingga intensitas kepunahan mulai dirasakan murai batu jawa dalam pelestarian yang sangat diperlukan.

Habitat yang hanya bisa dijumpai di pulau jawa merupakan kesulitan yang harus diterima karena padatnya penduduk yang sudah menghuni pulau jawa dari Banten sampai Jawa Timur sehingga hutan yang gundul menjadi penyebab burung ini tidak mendapatkan rumahnya di alam liar. Perlu diharapkan dari pelestarian burung ini oleh penangkar burung ocehan ataupun pecinta burung murai batu dalam tetap membudidayakan burung yang habitatnya sudah tidak nyaman lagi dari semestinya dulu yang masih indah. Sehingga pula juga dari sekitar tujuh jenis murai batu dapat tetap ada keberadaannya dari menghindari kepunahan yang di ambang pintu dari bersama melestarikan dalam penangkaran dan melepaskan beberapa ke habitat aslinya di samping juga bisa efektif untuk bisnis.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
Rachmanto, Penangkaran Burung Murai Batu. Yogyakarta, Kanisius, 2003.
http://omkicau.com/2012/11/19/burung-larwo-riwayatmu-kini/
http://birdacholic.blogspot.com/2012/07/habitat-murai-batu.html

Beberapa Mitos mengenai burung Murai Batu

Sebagian masyarakat di Indonesia yang masih berpegang teguh terhadap adat-istiadat dan tradisi nenek moyang kebanyakan percaya dengan adanya mitos. Pengaruh Mitos dalam kehidupan mereka cukup membawa andil dalam melakukan sesuatu. Sedikit tentang mitos, Mitos adalah sesuatu hal yang dipercayai serta dianggap menjadi suatu kebenaran sejak zaman dahulu, walau sifat kebenarannya hanya berlaku sepihak bagi mereka-mereka yang mempercayai dan meyakininya saja. Mitos-mitos yang ada juga masuk mengenai ke jenis burung kicauan yaitu burung Murai Batu. Ada anggapan dari zaman dahulu bahwa karakteristik ciri-ciri pada burung membawa arti sendiri bagi burung tersebut. Anggapan-anggapan mitos itu juga ternyata menjadi rujukan beberapa orang ketika membeli burung kicauan. Mungkin karena keeksotisan pada burung Murai Batu sehingga mitos-mitos yang ada berkembang pesat di masyarakat. Di bawah ini merupakan mitos-mitos yang ada mengenai burung Murai Batu :

  • Berkaki Hitam
    Burung Murai Batu yang memiliki kaki berwarna hitam dipercaya mempunyai jiwa mental tarung yang tinggi dan merupakan ciri burung sejati jenis ini.

  • Bertulang kaki besar
    Bahwa burung Murai tersebut tidak mudah mundur saat tempur, tidak menyerah. Tipikal pemberani.

  • Ekor bercabang
    Sifat burung payah diatur, sulit jinak. Untuk itu dibutuhkan kesabaran yang tinggi kepada pemilik burung dengan ciri Murai seperti ini.

  • Paruh tebal dan panjang
    Cenderung mengeluarkan suara-suara berdurasi pendek dan lambat tetapi dengan volume suara yang kuat (tinggi).

  • Paruh pendek dan tipis
    Kemampuan burung untuk rajin berkicau dengan suara-suara yang melengking di telinga. Cocok untuk mengisi kesunyian.

  • Paruh Celah
    Celah pada burung tersebut, dipercaya membuat burung mengeluarkan suara yang lebih besar sehingga akan terdengar mantap.

  • Kepala burung Murai berbentuk datar
    Karakter yang dimiliki tangguh dan siap untuk bertempur. Burung yang cocok untuk dibawakan dalam perlombaan karena tidak bermental takut jika bertemu lawan.

  • Mata burung Murai yang Melotot
    Sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan. Tidak sulit dipelihara sebab jiwa burung yang bermental baik.

  • Bentuk leher tebal
    Kelebihan pada volume suara yang dikeluarkan tinggi dan lebih mendominasi dari segi suara jika dibandingkan pada jenis lainnya.

  • Murai Batu bertubuh besar, berekor panjang, bulu ekor agak tebal
    Jenis ini dianggap sebagai jenis Murai batu yang mudah lelah, kecapekan. Kurang gocer dalam berkicau, tidak cocok untuk diikutsertakan lomba kicauan. Namun untuk kemolekan tubuhnya sangat enak dilihat.

  • Memalingkan wajah saat bertemu lawan
    Kepercayaan bahwa burung tersebut bermental penakut, tidak siap tempur dan tidak beringas.

Nah, point-point di atas merupakan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat mengenai burung Murai Batu. Walaupun artian-artian terhadap ciri-ciri burung Murai Batu di atas tidak dapat secara total dijadikan patokan dalam memilih burung Murai Batu yang berkualitas baik, karena itu semua hanya sebuah mitos, kebenaran yang bersifat keyakinan sebagian pihak saja. Penulis hanya menjabarkan segala mitos tentang Murai Batu yang terjadi, lebih untuk menambah pengetahuan bagi kita semua tidak hanya penghobis burung terlagi bagi para pembaca :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://kicauku.com/mitos-murai-batu

Pengaruh Jenis Kelamin pada Burung Murai Batu



Dalam dunia perburungan, dua hal utama yang menjadi rujukan penghobis burung saat memilih burung kicauan adalah bulu yang indah serta kemampuannya mengeluarkan suara (gecor) burung yang tinggi dan bervariasi. Untuk melihat dua hal utama ini ada pada seekor burung, kita juga harus mampu membedakan jenis kelaminnya. Karena apa? ternyata jenis kelamin pada seekor burung membawa pengaruh kualitas suara (gecor) dan banyaknya variasi suara yang dapat dimainkan pada burung tersebut, terutama pada burung Murai Batu. Murai batu ini merupakan jenis burung yang cerdas, burung tersebut mampu menirukan hampir semua kicauan burung-burung lain yang ada disekitarnya. Tapi perlu anda ketahui rata-rata burung Murai Batu yang dapat melakukan semua itu adalah yang berjenis kelamin jantan. Sedangkan untuk Murai Batu betina kicauannya itu sedikit kecil dan terdengar monoton (itu-itu saja). Makanya di pasaran sendiri harga Murai Batu jantan biasanya akan lebih mahal daripada Murai Batu yang betina.

Sebelum anda membeli burung Murai Batu, tetapkan terlebih dahulu tujuan anda membeli burung ini untuk apa? apakah untuk mengikuti kontes perlombaan burung? Atau ingin melakukan perkembangbiakan burung tersebut? Dengan ditetapkan tujuan seperti itu anda tentunya bisa memilih jenis kelamin burung Murai Batu seperti apa yang harus anda beli. Jangan sampai tertipu dan salah kaprah. Kebanyakan penghobis burung yang tidak mengerti, mereka akan menyerahkan segala sesuatunya kepada penjual, padahal bisa saja penjual itu menjual murai batu betina dengan harga yang tinggi sementara tujuan anda membeli burung tersebut untuk dikutsertakan dalam sebuah kontes. Atau ketika anda membeli untuk dikembangbiakkan eh malah yang dapat Murai Batu yang jantan, sehingga burung tersebut tidak bertelur-bertelur (yaiyalah).

Nah, untuk menghindari hal-hal seperti itu anda harus mengetahui bagaimana ciri-ciri burung Murai Batu berjenis kelamin jantan dan bagaimana pula ciri-ciri yang berjenis kelamin betina. Selain dapat diketahui dari kegacoran dan variasi suara burung tersebut, membedakan jenis kelamin dilihat dari segi fisik burung Murai Batu juga dapat dilakukan. Karena jika diperhatikan dengan seksama akan terdapat perbedaan antara Murai Batu jantan dengan Murai batu yang betina. Untuk lebih jelasnya berikut tabel ciri-ciri perbedaannya dari segi fisik burung :

FisikCiri-ciri perbedaan burung Murai Batu dilihat dari segi fisik
Kelamin JantanKelamin Betina
Bentuk TubuhLebih besarKecil
Bentuk ParuhPanjang, tebal dan kokohTipis, melengkung dan agak pendek
Bentuk ParuhPanjang, tebal dan kokohTipis, melengkung dan agak pendek
Warna buluPada bulu dada berwarna coklat pekat. Pada bulu hitamnya lebih pekat dan berkilauBulu dada berwarna cokelat muda. Bulu hitam pada tubuh agak pucat, kusam, mengarah keabu-abuan
Bentuk KakiPanjang, berukuran lebih kecil dikelilingi sisik sedikit lebih kasarPendek, berukuran sedang dikelilingi sisik yang agak halus
Bentuk EkorPanjang dan lebarPendek dan kecil

Tabel di atas dapat menjadi referensi anda ketika ingin membeli burung Murai Batu. Agar tujuan anda sesuai dengan burung pilihan yang anda beli. Jangan terkecoh harga murah tapi yang anda dapatkan kualitas burung yang murahan juga, kalau bisa beli dengan harga terjangkau tetapi kualitas patut dipertimbangkan. Harga tinggi juga belum tentu kualitas prima, jika anda sendiri tidak mengerti ciri-ciri burung yang berkualitas itu bagaimana. Sebagai pembeli yang baik anda juga dituntut untuk sedikit banyak tau mengenai apa yang anda beli. Karena pembeli yang baik itu adalah pembeli yang mengerti apa yang mau dia beli. Sepertinya sampai sini dulu artikel kali ini, saya ucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://www.zonaburung.com/2013/02/tips-membedakan-jenis-kelamin-burung-murai-batu.html
Sumber Photo : Google.com

Keunikan Murai Batu

Murai Batu siapa yang belum mengenalnya, dirasa-rasa hampir seluruh masyarakat cukup familiar dengan nama tersebut. Sebuah nama yang wujudnya memiliki keelokan suara yang menakjubkan, tatanan tubuh yang anggun, cukup jantan untuk memenangkan sebuah perlombaan burung yang kesemuanya ditujukan pada murai batu. Sehingga rasa takjub pun dihadiahkan bagi burung yang banyak dimiliki oleh pencinta burung ocehan. Sedari begitu banyak yang mengupas mengenai dari burung murai batu, mulai dari tips perawatannya, cara memilih bakalan yang baik, cara melatihnya, atau makanan yang baik untuknya, kesemuanya sudah barang tentu menjadi tulisan yang umumnya sudah dibaca oleh masyarakat luas. Tetapi dalam artikel ini akan membahas mengenai keunikan yang dimiliki oleh murai batu.

Umumnya burung murai batu jalur penyebarannya sudah ada di seluruh indonesia mulai dari Aceh sampai pada daratan kalimantan, tetapi penyebaran di luar negeri pun burung murai sendiri mendapat tempatnya ialah di Malaysia, Thailand, Filipina dan di beberapa daerah di Asia Tenggara lainnya dan beberapa di asia tengah serta selatan namun tidak sampai menginjak daratan eropa sehingga ini keunikannya hanya dimiliki oleh daratan benua asia.

Dari umur yang dimilikinya tidak kalah heboh dari ukuran tubuh yang mempunyai kisaran rata-rata 15-25 cm mampu menempuh hidup mencapai 10-15 tahun yang sangat jarang dimiliki jenis burung-burung lain pada umumnya.

Keunikan yang perlu dituliskan selanjutnya ialah dari ciri-ciri yang dimiliki untuk murai jantan pada umumnya mempunyai kepekatan pada bulu dan apabila di bagian atasnya hitam maka berwarna hitam dan berkilauan. Jika diternak pada umur satu tahunan umumnya kecacatan suara dapat dihindari. Bagi murai betina sendiri lebih kepada warna pudar yang dimilikinya baik di bagian pundaknya maupun dadanya yang kuning muda.

Selanjutnya, ketika sulitnya serangga didapat jika terjadi musim penghujan bagi burung murai sendiri untuk persediaan makanan di masa reproduksi maka cerdiknya diakali dengan mencari makanan sebelum musim penghujan datang sehingga nutrisi dapat dipenuhi dalam melakukan masa reproduksi di akhir musim penghujan.

Dari segi pecinta burung murai batu, kebanyakan hobiis lebih memilih murai batu Jambi yang alasannya berdasarkan keindahan suaranya serta lincah yang dimilikinya saat berkompetisi bersama burung-burung yang lain. Ini dapat didukung dari postur tubuh yang cukup sedang dan kisaran panjang ekor yang hanya 14-17 cm sehingga murai batu Jambi tidak memiliki beban yang berat di ekornya untuk mendukung keberhasilan eventnya.

Tak kala dari pada itu, di saat musim kawin jika murai batu dalam penangkaran yang bukan di alam liar. Keunggulan yang diberikannya ialah keriwetan peternak dalam menangani musim kawinnya. Perlunya pengaturan tingkat stress, harus bersihnya dari tikus, cicak, dan tokek. Serta untuk pejantannya menunjuk sikap yang sangat agresif kepada betina sehingga perlu pengaman khusus untuk mengharapkan minimnya resiko yang diderita murai batu betina. Menurut yang sudah-sudah, bagi peternak yang ingin menghasilkan anakan yang mempunyai semangat tempur yang tinggi serta suara merdu perlu mempersiapkan indukan jantan yang memang sudah mendapat juara dalam perlombaan burung kicauan bagi indukan betina cukup mencari yang mempunyai keelokan suara yang dimiliki indukan jantan, dan postur yang baik dimilikinya sehingga dapat menghasilkan keturunan yang sama baiknya dari indukannya.

Yang di akhir keunikan yang dimiliki murai batu ialah dari golongan dari keluarga Turdidae yang khasnya memiliki suara merdu. Khusus bagi murai batu adalah memiliki sifat yang cerdas karena kepandaiannya dalam menirukan suara yang didengarnya menjadikan keunikan yang tidak main-main untuk tidak dapat dimiliki burung-burung yang lain. Dan mudahnya jinak kepada manusia adalah polesan terakhir dari keunikan murai batu.

Dari itu tidaklah salah bagi pecinta burung ocehan untuk memilih murai batu yang sudah tidak diragukan lagi kebolehannya di kancah perlombaan burung yang sering diikutinya.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://budidayaukm.blogspot.com/2011/06/murai-batu.html

Mengenal Pakan Murai Batu (2)

Telur Ayam Ras

Pada tulisan ‘Mengenal Pakan Murai Batu (1)’ sudah dibahas tentang jenis pakan yang umum diberikan pada burung berkicau yaitu kroto. Kroto ini merupakan campuran larva dan pupa semut rangrang yang bisa ditemukan di sarang-sarang semut tersebut. Namun, seiring waktu ketersediaan kroto di lapangan sering terbatas. Terutama di musim penghujan, hampir semua penangkar Murai Batu mengeluh karena sulitnya mendapatkan kroto. Harganya di pasaran pun melambung tinggi.

Menyikapi hal ini, ada ide penyediaan pakan yang cukup menarik dari salah seorang penangkar Murai Batu di Tasikmalaya, Jawa Barat yaitu Bapak Yang Yang. Bapak Yang Yang sekarang tidak lagi memanfaatkan kroto sebagai pakan wajib burung-burung tangkarannya. Akan tetapi ia melatih burung-burung tangkarannya untuk mengkonsumsi telur rebus. Dan ternyata berhasil! Selain lebih hemat, metode ini juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas indukan dan kualitas anakan burung-burung tangkarannya.

Bagaimana cara pemberian pakannya?

Jika Anda tertarik mencoba jenis pakan yang satu ini, berikut adalah panduannya:

Pertama: Sediakan telur ayam rebus

Pilih telur ayam ras sebagai pakan alternatif Murai Batu, agar lebih murah dan mudah mendapatkannya. Rebus telur ayam tersebut hingga matang sempurna. Angkat dan dinginkan.

Kedua: serut halus telur ayam rebus tersebut.

Setelah dingin, serut halus telur ayam rebus tersebut dengan serutan keju atau peralatan lain yang memungkinkan.

Ketiga: pada tahap perkenalan berikan campuran serutan telur dan kroto (1:3)

Jika Murai Batu Anda belum pernah mengkonsumsi pakan berupa telur ayam rebus ini sebaiknya jangan diberikan langsung. Karena, Murai Batu belum akan bisa mengidentifikasi serutan telur tersebut sebagai pakannya. Nah, untuk tahap perkenalan ini sebaiknya campurkan serutan telur dan kroto dengan perbandingan 1 bagian telur dan 3 bagian kroto (1 : 3).

Lakukan pemberian pakan campuran ini hingga Murai Batu tidak menyisakan serutan telur di tempat makannya. Hal ini menandakan bahwa Murai Batu sudah bisa menerima serutan telur sebagai pakannya. Mungkin dibutuhkan kesabaran dan waktu yang agak lama. Namun Anda jangan berputus asa, karena mengubah kebiasaan memang tidak mudah.

Keempat: pada pemberian selanjutnya porsi kroto dikurangi (1:1)

Setelah terlihat ada tanda-tanda Murai Batu bisa menerima pakan serutan telur, selanjutnya porsi kroto mulai dikurangi. Misalnya dengan perbandingan serutan telur : kroto menjadi 1 : 1. Berikan hingga Murai Batu tidak menyisakan serutan telur pada tempat pakannya.

Kelima: porsi kroto terus dikurangi (3:1)

Selanjutnya porsi kroto terus dikurangi menjadi 3 : 1 untuk perbandingan serutan telur dan kroto. Pertahankan pemberian pakan dengan perbandingan ini hingga beberapa hari, minimal dua hari.

Keenam: berikan serutan telur tanpa kroto

Terakhir barulah berikan pakan serutan telur rebus murni tanpa campuran kroto. Dan, selamat! Murai Batu Anda bisa terlepas dari ketergantungan pakan kroto. Anda pun tidak perlu repot-repot bergerilya mencari pakan kroto. Cukup sediakan telur ayam ras rebus setiap hari.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://omkicau.com/2013/03/06/semua-murai-batu-pm22-tasikmalaya-mampu-dialihkan-dari-kroto-ke-telur-rebus/#more-63741

Mengenal Pakan Murai Batu (1)

Memelihara dan menangkar Murai Batu tentunya tidak akan pernah lepas dari kebutuhan pakan. Ya, sebelum Anda memutuskan untuk memelihara Murai Batu baik untuk koleksi atau pun untuk lomba, terlebih dahulu Anda wajib tahu apa pakan terbaik untuk burung tersebut? Nah, pada tulisan ini dan beberapa tulisan berikutnya akan dibahas beberapa jenis pakan yang disarankan untuk Murai Batu.

Kroto

Apa yang dimaksud dengan kroto? Kroto adalah nama yang diberikan oleh orang Jawa Barat untuk menyebut campuran larva dan pupa Semut Pengayam Asia atau semut rangrang. Kroto sangat populer di kalangan pecinta burung dan nelayan, karena pakan ini sering digunakan sebagai pakan ikan dan burung ocehan.

Para pecinta burung memilih kroto sebagai pakan burung ocehannya karena pakan ini dikenal kaya akan protein dan vitamin penting. Kandungan protein kroto basah bisa mencapai 47,80%. Kroto juga dipercaya dapat memperindah suara dan meningkatkan keterampilan burung untuk berkicau. Hal ini sangat menjadi perhatian bagi pecinta burung untuk mempersiapkan Murai Batu mengikuti kompetisi burung berkicau.

Ok, selanjutnya Anda tentu ingin mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan kroto bukan? Jika Anda tinggal di daerah pedesaan mungkin Anda masih bisa menemukan sarang-sarang semut rangrang yang menjadi sumber primer kroto. Semut rangrang biasanya senang membuat sarang di pepohonan khususnya pohon buah-buahan seperti nangka, mangga, rambutan, jambu dan sejenisnya. Selain itu, kroto saat ini juga sudah banyak dijual di pasar-pasar dan toko-toko yang menyediakan pakan burung.

Sebagai info tambahan, Anda juga perlu mengenal jenis-jenis kroto. Secara umum kroto dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Kroto basah

    Kroto basah yaitu campuran larva dan pupa semut rangrang yang masih baru, segar dan memiliki kadar air yang cukup tinggi. Kroto jenis ini mudah busuk dan umur simpannya sangat pendek yaitu satu hari atau kurang. Diantara jenis kroto yang lain, kroto basah merupakan jenis kroto yang paling disenangi oleh Murai Batu dan memiliki kandungan gizi terbaik. Untuk memperpanjang umur simpan kroto, sebaiknya kroto disimpan di dalam lemari pendingin dan dibungkus dengan kertas agar air terserap oleh kertas tersebut.

  • Kroto halus

    Kroto halus yaitu berupa semut-semut pekerja yang berukuran kecil-kecil dan besar. Kroto jenis ini merupakan kroto yang paling tidak disukai oleh burung.

  • Kroto kasar

    Kroto kasar yaitu induk semut ratu dan semut jantan. Daya simpan pakan jenis ini bisa mencapai satu minggu.

  • Kroto kacang

    Kroto kacang merupakan campuran ketiga jenis kroto di atas, yaitu kroto basah, kroto halus, kroto kasar dan bisa juga ditambahkan dengan voer, dedak, kacang, jagung dan lain-lain. Namun, kroto jenis ini dikenal memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Dari segi penyimpanan, kroto jenis ini tahan hingga satu minggu.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://www.blueboard.com/kerengga/perdagangan/cesard.htm
http://www.indobird.com/article/article_detail.asp?cat=4&id=88
http://omkicau.com/2013/03/06/semua-murai-batu-pm22-tasikmalaya-mampu-dialihkan-dari-kroto-ke-telur-rebus/#more-63741

Harmonisasi Suara Murai Batu

Menurut pengertian dari kata Harmonisasi memiliki arti sebuah mencari keselarasan. Arti kata tersebut sangat sesuai bila dibandingkan dengan murai batu yang memiliki keindahan suaranya yang menjadi nilai pokok penilaian orang-orang. Sering ada event-event perlombaan burung ocehan dan kebanyakan menjadi pesertanya adalah Murai Batu dari berbagai jenis dan bakalan. Para penggemar burung ocehan terutama murai batu tidak mungkin menyia-nyiakan event-event untuk menunjukkan kebolehan burung peliharaannya masing-masing. Dan menjadi ketakjuban pembahasannya adalah suara yang indah dari ke setiap burung ocehan terutama murai batu.

Sering mungkin dibaca jenis-jenis burung murai batu yang mencapai enam jenis dari berbagai pelosok wilayah Indonesia, dan di setiap jenis-jenis burung tersebut mempunyai karakteristiknya masing-masing yang menjadi corak pembeda antara satu sama lain. Bisa dari postur tubuhnya, corak bulunya, jenis paruhnya, dan suaranya. Keharmonisan ini sangat ideal dipertunjukkan dari bagian suara burung ocehan terutama murai batu yang sangat indah jika didengarkan.

Jika melihat dari habibatnya masing-masing, burung murai sendiri bisa dibagi tiga:

Pertama, untuk kawasan pesisir. Ditempat ini merupakan tempat burung-burung murai batu berdiam untuk hidup, alam di kawasan pesisir akan begitu hidup dari kicaunya burung murai batu yang hidup di tempat tersebut karena suara yang cukup bagus untuk mengundang suara dari burung-burung ocehan yang lain.

Kedua, untuk kawasan pegunungan. Ditempat ini hidupnya burung-burung murai batu sangat bagus postur tubuhnya yang sedikit besar dari tempat habitat yang lain. Dan dari kualitas suara sangat luar biasa bagusnya untuk menyemarakkan ruang lingkup hutan yang sangat luas sehingga mengundang para burung ocehan lainnya untuk dapat berbagi suara menjadi keharmonisan yang menakjubkan di hutan.

Ketiga, untuk kawasan air terjun. Di bagian tempat ini, burung-burung murai batu yang menjalankan kehidupannya seperti menyatu dengan deru suara air terjun. Lantunan suara air terjun yang begitu mengasah daun telinga sama sepadannya dengan alunan suara dari murai batu yang hidup di kawasan tersebut. Ini dilihat dari kekhasan suara yang berbeda sekali dari murai-murai batu yang hidup di kawasan selain air terjun, alunan suara menderu dan mendesir menjadi padanan padat untuk menyatu dengan deru hebat dari air terjun sehingga harmonisasi menunjukkan keserasian antara murai batu dan alam.

Ketakjuban keharmonisan yang ditunjukkan murai batu yang tinggal di berbagai kawasan sangat mengesankan untuk melengkapi alam yang cukup sunyi. Sembari itu banyaknya burung murai batu yang ikut dalam event-event perlombaan sangat mengesankan suara mereka jika diperdengarkan secara bersamaan dalam sebuah harmonisasi dari keserasian masing-masing burung dapat mengenal jenisnya sendiri.

Bagi pecinta burung ocehan ataupun khusus burung murai batu sangat menghibur bila terciptanya suasana dari menyatunya berbagai suara murai batu untuk melihat keelokan suara yang dikaruniakan Tuhan bagi ke setiap makhluknya, terutama murai batu yang begitu menawan dari suaranya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/ciri-dan-karakter-burung-murai-batu.html

Penyakit-penyakit Burung Murai Batu dan Cara Mengatasinya



Ada saatnya di mana burung-burung yang kita pelihara mengalami kondisi yang kurang baik (sakit), untuk itu sebagai pecinta burung kita juga diharuskan mengetahui gejala-gejala yang terjadi serta penanganan terhadap gejala tersebut dengan cara yang tepat. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa pada burung-burung peliharaan itu. Burung yang sehat juga tergantung dari bagaimana si pemilik merawatnya, karena apabila tidak diperhatikan dengan baik maka burung yang dipelihara akan rawan terhadap penyakit, bahkan lebih daripada itu jika si pemilik tidak mengerti mengenai penanganan terhadap burung peliharaannya yang sakit, bisa jadi burung yang dipelihara akan mengalami kematian. Itu adalah sedikit gambaran yang menjelaskan betapa pentingnya pengetahuan mengenai penanganan burung bagi seorang pecinta burung demi kelangsungan burung peliharaan itu sendiri.

Berdasarkan hal itu, penulis akan coba memaparkan tentang penyakit-penyakit burung dan cara mengatasinya, tetapi pada artikel ini apa yang akan dijelaskan penulis dikhususkan kepada jenis burung Murai Batu, dikarenakan peminat burung ini sendiri di Indonesia yang sangat banyak serta harganya yang memang mahal. Nah, Mungkin akan sangat disayangkan Murai Batu yang memiliki harga tinggi di pasaran yang telah menjadi milik anda, mati sia-sia hanya karena anda tidak mengerti gejala-gejala serta cara menanganinya. Padahal jika kita tau, penanganan terhadap burung jenis Murai Batu yang sakit juga tidak terlalu susah, bisa dengan cara alami ataupun melalui obat-obatan. Yang terpenting Adalah ketersediaan waktu anda serta keuletan anda dalam menanganinya.

Berikut penyakit-penyakit yang biasa terjadi pada burung Murai Batu dan cara menanganinya:
  • Suara burung Murai Batu yang Serak
    Penyakit ini juga sering terjadi pada burung Murai, ditandai dengan suara kicauan yang tidak jernih, tersendat-sendat, seperti ada sesuatu yang menganjal pada tenggorokan sang burung. Ada beberapa cara untuk menangani penyakit ini agar suara burung Murai merdu kembali, diantaranya : dengan meneteskan air perasaan daun lateng putih ke mata burung Murai, posisi burung diusahakan seperti menungging ketika meneteskan perasan daun lateng putih itu, agar lendir penyebab serak di tenggorokan Murai dapat keluar. Cara ini juga bisa dibarengi dengan memberi rebusan air sirih ke dalam minumnya, selain menghilangkan serak air sirih ini juga dapat dijadikan antibiotik burung murai.
  • Kutu yang terdapat pada bulu burung Murai Batu
    Jika tidak segera ditangani dengan baik, kutu-kutu ini dapat menyebabkan kerontokan bahkan kebotakan pada bulu burung Murai itu sendiri. Pastilah jika ini terjadi, keindahan pada burung Murai tersebut akan berkurang. Untuk mengatasi dan menghilangkan kutu-kutu itu anda bisa melakukan cara sebagai berikut : menggunakan air bekas cucian beras sebagai air untuk memandikan burung Murai, lakukan cara ini secara rutin karena ternyata air bekas cucian beras itu mengandung zat yang dapat menghilangkan kutu serta dapat mengkilapkan bulu burung Murai tersebut.
  • “Senot” atau pembengkakan pada mata burung Murai
    Penyakit ini bisa disebabkan karena pemberian pakan serangga yang terlalu over kepada sang burung, sehingga mata burung Murai akan mengalami pembengkakan. Biasanya juga disertai dengan mata berair. Jika tetap dibiarkan, gejala ini dapat mengakibatkan kebutaan pada burung. Cara yang dapat anda lakukan untuk menanganinya adalah dengan memperhatikan pemberian pola makan serangga pada sang burung, jangan terlalu kebanyakan, normalnya 5-15 serangga (jangkrik, ulat) per hari.
  • Bulu ekor yang lama tidak tumbuh
    Sudah jelas bahwa salah satu keunikan yang paling gampang dilihat dari seekor burung Murai adalah ekornya yang panjang. Tetapi ada problem yang terdapat pada burung Murai yaitu kadang mengalami keterhambatan pertumbuhan ekor, ini biasa terjadi sehabis masa-masa mabung (ganti bulu). Untuk mengatasinya serta melakukan percepatan terhadap pertumbuhan ekor burung Murai tersebut yaitu dengan membersihkan pori-pori ekor burung dengan air hangat, untuk menghilangkan kotoran-kotoran pada ekor burung, dilanjutkan dengan menggunakan bawang putih untuk membersihkannya. Pemberian pakan belalang kepada sang burung juga berguna dalam pertumbuhan bulu karena mengandung vitamin E, atau anda juga bisa menambahkan vitamin-vitamin yang diperjualbelikan untuk lebih mengefektifkan pertumbuhan ekor burung murai tersebut.

Itulah beberapa penyakit-penyakit yang sering dialami oleh burung Murai Batu beserta cara-cara penanganannya. Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat membantu dalam mengupayakan burung Murai Batu yang anda miliki menjadi lebih sehat. Terima kasih :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://fansburung.blogspot.com/2013/01/beberapa-cara-mengatasi-penyakit-pada.html
http://muraishinegroup.blogspot.com/2012/02/tips-mengobati-sakit-pada-murai-batu.html
Sumber Photo : google.com